Customer Service 1

085329999633 / 085740000533

infopusat@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Customer Service 2

085329990001

infopusat3@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

HARI & JAM KERJA

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Diluar jam kerja, bisa SMS/email

 

 

5996D3A0 (nol)

 

 

+6285329990001

 

 

Prasangka Etnik

Manusia sering meng-kotak-kotakkan masyarakat berdasarkan etnis (keturunannya). Misalnya ada etnis tertentu yang dinilai bersifat pelit, ada etis tertentu yang diyakini bersifat lembut, atau bahkan ada etnis tertentu yang diyakini punya mental kasar dan pemarah. Apakah prasangka mengenai etnis ini benar adanya? Atau sekedar prasangka yang tidak punya dasar ilmiah? Ketahui jawabannya dalam pembahasan berikut.

  • Etnik dan Etnisitas

    Pada awalnya istilah etnik hanya digunakan untuk suku-suku tertentu yang dianggap bukan asli Indonesia, namun telah lama bermukim dan berbaur dalam masyarakat, serta tetap mempertahankan identitas mereka melalui cara-cara khas mereka yang dikerjakan, dan atau karena secara fisik mereka benar-benar khas.

  • Apa Sih Identitas Etnik?

    Pertanyaan yang selalu muncul ketika bertemu orang-orang baru adalah pertanyaan “orang darimana?” Jawaban yang menunjuk pada wilayah geografis seringkali cukup, namun juga seringkali tidak memuaskan. Dalam masyarakat multietnik seperti Indonesia, jawaban yang diharapkan tidak jauh dari asal etnik. Jadi, pertanyaan “anda orang darimana?” sering sama berarti dengan “etnik ada apa?”

  • Etnosentrisme

    Sebagai konsekuensi dari identitas etnis muncullah etnosentrisme. Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya dipahami.

  • Pluralitas Etnik di Indonesia

    Indonesia merupakan salah satu bangsa yang paling plural didunia dengan lebih dari 500 etnik dan menggunakan lebih dari 250 bahasa. Karenanya, sebagaimana bangsa multietnik lainnya, persoalan-persoalan mengenai pengintegrasian berbagai etnik kedalam kerangka persatuan nasional selalu menjadi tema penting.

  • Prasangka Etnik Minoritas

    Prasangka muncul dalam interaksi sosial dimana terdapat minimal dua entitas yang berbeda. Entitas itu bisa setara ataupun berbeda baik dalam hal jumlah pendukung atau anggota maupun kekuasaan. Perbedaan itu melahirkan adanya entitas yang mayoritas dan minoritas. Prasangka jauh lebih sering muncul dalam kondisi masyarakat yang terdapat entitas mayoritas dan minoritas.

  • Sebab Munculnya Prasangka

    Prasangka merupakan salah satu fenomena yang hanya bisa ditemui dalam kehidupan sosial. Munculnya prasangka merupakan akibat dari adanya kontak-kontak sosial antara berbagai individu di dalam masyarakat. Seseorang tidak mungkin berprasangka bila tidak pernah mengalami kontak sosial dengan individu lain.

  • Manifestasi Prasangka Etnik

    Sebagai sebuah sikap, bagaimana prasangka dalam suatu masyarakat bisa dilihat? Apakah diperlukan suatu pengukuran sikap sebagaimana yang biasa dilakukan psikolog? Mengetahui prasangka yang berkembang dalam suatu masyarakat tidaklah harus serumit itu. Secara sederhana, kita bisa mengetahui adanya prasangka melalui berbagai bentuk manifestasinya, seperti berkembangnya stereotip buruk terhadap etnis lain, diskriminasi dan pengucilan,

  • Prasangka dalam Konflik Antar Etnik

    Indonesia mencatat puluhan bahkan ratusan perselisihan antar kelompok etnik sejak berdirinya. Meskipun demikian hanya beberapa yang berskala luas dan besar. Selain konflik antara etnik-etnik yang digolongkan asli Indonesia dengan etnis Cina yang laten terjadi, konflik antar etnik yang terbesar diantaranya melibatkan etnik Madura dengan Etnik Dayak di Kalimantan yang terkenal dengan tragedi Sambas dan tragedi Sampit. Konflik-konflik dalam skala lebih kecil terjadi hampir setiap tahun di berbagai tempat di penjuru tanah air.

  • Mengurangi Prasangka Etnik

    Prasangka merupakan faktor yang potensial menciptakan konflik antar etnik. Prasangka bahkan terbukti telah melahirkan konflik antar etnik yang paling merusak. Atas alasan demikian, prasangka dapat dikategorikan sebagai ancaman besar-berbahaya bagi terbentuknya suatu masyarakat multietnik yang sehat.